Headlines News :

Latest Post

BENNY MAMOTO : Kompol AD Pencuri File Pernah Tugas Di BNN


Seorang perwira menengah Mabes Polri, Kompol AD, diduga mencuri file-file di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur. BNN sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur. Kompol AD merupakan perwira yang pernah bertugas di BNN.

"Dia pernah bekerja di sini. Memang orang ini dari dulu bermasalah. Masuk kerja sering telat, pernah juga berurusan dengan bandar narkoba," kata Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto ditemui di ruangannya, Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (5/7/2013). "Namanya Kompol AD," tambah Benny.

Menurut Benny, Kompol AD pernah memberikan lencana BNN kepada salah satu bandar narkoba berinisial ASM. Peristiwa itu terjadi semalam, sekitar pukul 20.00 WIB. Kompol AD datang ke kantor BNN dan memaksa satpam untuk menemani ke ruangan atas.

"Kalau mau naik ke atas dan lewat lift itu harus pakai ID (tanda pengenal). Ini oknum bukan orang BNN, jadi nggak ada ID," ujar Benny. Lalu, Kompol AD naik ke lantai 6 dan membongkar file-file di ruang Tata Usaha. Ada 2 file folder yang diambil.

Benny sedikit geli, karena Kompol AD mungkin lupa bahwa kantor ini dilengkapi dengan kamera CCTV di berbagai sudut. Apakah file yang diambil itu penting? "Bukan apa-apa. Isinya tidak penting," kata Benny.

File yang diambil Kompol itu, kata Benny, tidak terlalu penting. Benny menegaskan, bila Kompol AD itu melakukan penggeledahan maka harus ditunjukkan surat geledahnya.

"KPK saja menggeledah harus ada saksi. Kalau ini kantor, kan ada atasan. Harus jelas dan ada tanda terima. Ini tindakan tidak profesional, arogan, dan merusak citra penegak hukum," beber Benny.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie mengaku belum mengetahui informasi adanya tim penyidik Bareskrim yang mendatangi kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur. Apalagi disebut-sebut bahwa BNN melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Timur.

"Saya belum cek, kan harus dicek ke Polres Jakarta Timur apa betul ada laporannya. Kalau saya dapat datanya baru bisa. Saya sendiri belum dengar," kata Ronny di Mabes Polri siang tadi.


Sumber :
http://news.liputan6.com/read/631480/benny-mamoto-kompol-ad-pencuri-file-pernah-tugas-di-bnn/?related=nb&channel=n

Jadi Kurir NARKOBA, " AHOK" Ditangkap BNN


Jakarta : Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 2 anggota TNI yang menjadi pemasok narkoba di Pekanbaru. Selain kedua oknum tersebut, BNN juga menangkap kurir.

"BNN menggeledah sebuah rumah dan menangkap seorang kurir narkoba bernama Joni Chandra alias Ahok," ungkap Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto di Kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat (5/7/2013).

Awalnya, BNN menangkap Sersan Mayor Bambang Winarno dan Sersan Dua Ricky Yordani yang diketahui menjadi pamasok narkoba ke berbagai tempat hiburan malam.

Dari penangkapan ini terbongkar, Bambang diketahui memiliki aset miliaran rupiah. Meski tidak berpangkat tinggi, Bambang memiliki rumah mewah di Jalan Simpang 3 Pekanbaru, mobil Nissan, dealer motor Kawasaki Era 51, Rumah Makan Era 51, dan sejumlah kebun kelapa sawit di Riau.

Tidak hanya itu, pacar Ricky Yordani yang bernama Amelia juga ikut ditangkap. "Amelia ditangkap karena berperan menyimpan uang Ricky dari hasil transaksi narkoba. Amelia juga pemakai narkoba jenis sabu dan ekstasi," kata Benny.

Selain itu, Benny menambahkan, BNN juga berhasil menangkap pemasok untuk 2 oknum TNI tersebut. "Dia bernama Kholid alias Ucok alias Dau,"

Sumber:
http://news.liputan6.com/read/631669/jadi-kurir-narkoba-ahok-ditangkap-bnn

Presiden SBY dan status perdana FACEBOOKnya

Resmi Miliki Akun Facebook, Presiden SBY Tulis Status Perdananya 

Bogor - Presiden SBY kini memiliki akun resmi di Facebook. Presiden SBY langsung udpate status di akun Facebooknya.

Jumat (5/7/2013), Presiden SBY bersama Ibu Ani, Ibas dan Agus menyaksikan prosesi penulisan status perdana di akun Facebook tersebut di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Sabar sebentar saya tulis agak panjang sedikit, kalau twitter kan sedikit kalau ini agak panjang," kata Presiden SBY sebelum menulis status perdananya.

Sekitar 3 menit Presiden SBY menulis, Ibu Ani yang berada disamping ikut memperhatikan. Sesekali Ibu Ani memberi masukan kepada suaminya itu.

Sebelumnya Jubir Presiden SBY Julian Aldrin Pasha mengatakan atas berbagai pertimbangan, bergabungnya Presiden SBY dalam twitter telah memberi dampak luas kepada masyarakat. Namun ternyata ada keterbatasan yang dimiliki oleh twitter.

"Bapak presiden mempertimbangkan, menyetujui masukan dari masyarakat, bahwa Facebook ini menjadi alternatif lain dalam berkomunikasi," jelas Julian.


Sumber :
http://news.detik.com/read/2013/07/05/210951/2294258/10/resmi-miliki-akun-facebook-presiden-sby-tulis-status-perdananya?9922032 



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini resmi memiliki fan page Facebook. Baru beberapa jam diluncurkan, fan page SBY sudah disukai (likes) puluhan ribu Facebooker.

Hingga pukul 11.25 WIB, Jumat (5/7), fan page SBY disukai 70.534. Sejak diluncurkan beberapa jam lalu, SBY banyak menulis status di fan page-nya.

Tampilan Fan page Facebook SBY dibuat sesederhana mungkin. Di foto profil, SBY memasang fotonya dengan menggunakan kemeja batik berwarna kuning. Kemudian di gampar latarnya, ada foto SBY yang tengah berdialog dengan wong cilik.

Setelah menulis status pertamanya, fan page Facebook SBY dibanjiri dengan foto-foto hasil jepretan Ibu Ani Yudhoyono dan beberapa foto kegiatan sang presiden.

Contohnya, saat Presiden SBY menemui anak-anak Sekolah Dasar, hingga mengunjungi gempa Padang pada 1 Oktober 2009 lalu. Tidak lupa SBY juga mengunggah foto dirinya bersama keluarganya di Istana Kepresidenan Cipanas seperti di Akun Twitter miliknya beberapa waktu lalu.

SBY pertama kali menulis status pertamanya sekitar pukul 21.00 WIB. "Ini saya telah menerima banyak masukan dan saran, dan juga kritik. Tidak jarang saya di-'bully', meskipun tidak sedikit pula dukungan yang diberikan kepada saya," tulis SBY di akun Facebook miliknya.

Status perdana SBY itu pun langsung di respons banyak orang. Komentar-komentar yang dituliskan pun beragam, dari hinaan hingga dukungan terhadap SBY.

"cuma satu harapan besar saya untuk bapak...jangan sampai melakukan kesalahan langkah...pendahulu pemimpin negeri ini...apapun akan sy lakukan termasuk menghujat bapak setiap hari agar bapak senantiasa terjaga untuk menghindari kesalahan2 langkah tersebut," tulis akun dengan nama Roy Marten, saat merespons status SBY.

"LANJUTKAN,,masa bodoh dg rakyat kecil..mereka sudah terbiasa hidup SUSAH !!!" tulis facebooker dengan akun Ryan jombang.

"Tetap semangat Pak SBY! Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini!" tulis akun dengan nama Estu Kanthi Wilujeng

"Salam hangat mr.presiden...teruslah pak berbuat yg terbaik buat rakyat." tulis akun dengan nama Reflin Nasution.



Sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/baru-diluncurkan-fan-page-facebook-sby-di-like-70534-orang.html

Kejar "Djoker" diusulkan gunakan detektif swasta


" Sewa DETEKTIF SWASTA itu merupakan solusi karena jika menggunakan jalur formal waktunya bisa berlangsung lama dan berbelit-belit " 

Terpidana kasus cessie Bank Bali, yang sekarang buron dan memiliki kewarganegaraan Papua Nugini, Djoko Tjandra. (istimewa)

Jakarta - Pengejaran terpidana kasus "cessie" atau hak tagih Bank Bali sebesar Rp546 miliar, Djoko Tjandra alias "Djoker" yang kabur ke Papua Nugini (PNG) dan beralih kewarganegaraannya, dapat menggunakan jalur informal yakni menyewa detektif swasta.

"Sewa detektif swasta merupakan solusi," demikian disampaikan pakar Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana kepada ANTARA News, di Jakarta, Sabtu.

Dikatakan, langkah sewa detektif swasta itu merupakan solusi karena jika menggunakan jalur formal waktunya bisa berlangsung lama dan berbelit-belit.

" Detektif swasta itu guna mengetahui keberadaan Djoko Tjandra secara akurat, dan info itu agar tidak merepotkan pemerintah setempat," katanya.

Kemudian jika sudah diketahui keberadaannya, maka pemerintah Indonesia bisa memanfaatkan ketergantungan negara tersebut terhadap Indonesia. Sehingga negara itu mau bekerja sama, katanya.
 

Hal demikian, kata dia, seperti penggerebekan terhadap pelaku kriminal China yang melakukan operasi kejahatannya di Indonesia kemudian Polri tanggap melakukan penangkapan dan pemulangan mereka.

Ia menegaskan soal belum dideportasinya Djoko Tjandra saat ini bukan merupakan ketidakseriusan pemerintah namun lebih tertuju pada prosesnya yang berbelit-belit. "Terlebih lagi Djoko Tjandra sudah beralih kewarganegaraan," katanya.

Pemerintah Papua Nugini siap mendeportasi terpidana kasus "cessie" atau hak tagih Bank Bali sebesar Rp546 miliar, Djoko Tjandra alias "Djoker", yang kabur ke negara tersebut dan beralih kewarganegaraannya.

"Dubes PNG melaporkan baru saja mengadakan pertemuan bahwa mereka siap deportasi," kata Wakil Jaksa Agung yang juga Ketua Tim Pemburu Koruptor, Darmono, di Jakarta, Jumat.

Djoko Tjandra meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009, atau sehari sebelum Mahkamah Agung (MA) menyatakan dia bersalah. MA menjatuhkan hukuman selama dua tahun penjara serta denda Rp15 juta berikut penyitaan terhadap uangnya yang disimpan di Bank Bali senilai Rp546.166.116.369.

Pada Juni 2012 diketahui dia sudah beralih status menjadi warga negara Papua Nugini dengan dugaan telah melakukan pemalsuan data untuk memperoleh status tersebut. 


Sumber : 
http://www.antaranews.com/berita/351630/kejar-djoker-diusulkan-gunakan-detektif-swasta   

KASUS PERSELINGKUHAN DI KAMAR HOTEL SURABAYA

Mabes Polri keberatan jika ada instansi swasta yang melakukan bisnis Detektif Swasta, karena merupakan domain wilayah kerja pihak kepolisian. Tetapi  fakta di lapangan, perusahaan swasta yang mempromosikan diri sebagai Detektif Swasta kian menjamur. Benarkah mereka mengambil wewenang Kepolisian ?


Kala itu matahari mulai meredupkan sinarnya walaupun sedikit masih kemerah-merahan. Terdengar suara musik klasik yang sangat lembut yang keluar dari sebuah perangkat sound system disebuah kafe di bilangan Basuki Rachmad, Surabaya



Beberapa pasangan muda-mudi tampak santai menikmati waktu sore sambil minum kopi di ruang utama "de boliva cafe". Seorang laki-laki berpenampilan dandy serta berbadan tegap terlihat duduk dipojok sisi ruangan tengah kafe tersebut sambil memegang sebuah handphone dan tas kulit berwarna coklat, sepertinya dia sedang menunggu kedatangan seseorang. Benar, tak lama kemudian datanglah wanita cantik dengan wajah oriental berambut ikal panjang menghampirinya. "Selamat sore apakah anda benar bapak Roy" ujar wanita tersebut. Memang benar laki-laki itu bernama Roy, dia bukan orang kantoran ataupun eksekutif muda. Roy berprofesi marketing dari sebuah perusahaan Detektif Swasta di Indonesia yang bernama Blue Agent Indonesia atau sering disebut BAI Management.

Ternyata wanita itu sebut saja Bu Siane telah membuat janji untuk membantu permasalahan keluarga yang sedang dihadapi dengan Roy selaku marketing BAI. Dengan nada pelan sambil menundukkan kepala bu Siane mulai menceritakan permasalahannya kepada Roy. Dengan merata yang selalu melihat arah kiri kanan depan belakang sepertinya tidak nyaman seakan dirinya takut bila ada keluarga yang melihat dan mendengarkan pembicaraannya.

Roy selaku marketing sambil menerangkan tentang company profil managementnya terlihat berusaha menenangkan kondisi bu Siane sebagai klien agar informasi yang dia sampaikan benar-benar dipahami.

Tepatnya hampir 1 jam 30 menit pertemuan tersebut berakhir dengan penyerahan sebuah amplop yang mungkin berisi uang tanda jadi.

Begitulah keseharian Roy, selalu bertemu dengan calon klien yang ingin memakai jasa Detektif Swasta.


Kasus Perselingkuhan berhasil di Ungkap oleh DETEKTIF SWASTA  di sebuah Hotel di Surabaya


Kasusnya adalah bahwa bapak dari ibu Siane yang memiliki usaha dialer sepeda motor ini sebut saja pak Hadi disinyalir memiliki seorang wanita idaman lain (WIL). Awal dicurigainya adalah banyaknya pengeluaran dari tabungan pak Hadi yang tidak seperti biasanya serta intensitas pertemuan antar keluarga baik istri maupun anak-anaknya sangat sedikit bahkan dalam sehari bisa-bisa jarang untuk bertemu.

Investigasi pun dimulai...  Hari pertama mengikuti kemanapun pak Hadi pergi sambil mempelajari gerak-gerik kesehariannya. Melihat kondisi lingkungannya, teman-temannya, serta apapun yang dapat dijadikan data sebagai pengembangan.

Hasil awal memang tidak mengarah pada tanda-tanda perselingkuhan.. Selama satu minggu diikuti (Daily Investigasi), kesehariannya tidak pernah berubah, selalu disitu-situ saja.. Mulai keluar rumah menuju dieler nya, setelah itu bertemu dengan teman-teman sebayanya di sebuah mall yang memiliki wadah club catur yang kebanyakan anggotanya para lansia itu. Pak Hadi bisa menghabiskan waktu sampai menjelang malam.. dan akhirnya kembali kerumah lagi. 

Kondisi yang ada menjadikan sistem Daily Investigasi tersebut tidak bisa maksimal.. Dengan menggunakan data  awal yang diberikan oleh Bu Siane serta data yang didapat di lapangan akhirnya diputuskan untuk menggunakan sistem Target Shooting yaitu proses pencarian data dengan cara pengembangan data serta didukung dengan melakukan penetrasi langsung ke pada targetnya dengan menggunakan strategi.

Kordinator lapangan yang mempimpin kasus ini pun bergegas mengambil tindakan dengan cara menugaskan agent yang memiliki umur sebaya sebut saja pak Yosep untuk penetrasi langsung mendekati pak Hadi pada saat bermain catur. Mendaftar sebagai anggota catur hingga taruhan yang sudah menjadi tradisi di tempat itu pun dilakoninya agar proses pendekatan dengan pak Hadi menjadi lancar tanpa adanya kecurigaan.

Satu bulan tidak terasa mulai dari proses awal yang mengalami kendala hingga melakukan perubahan strategi dengan cara pendekatan langsung....  Hasilnya adalah pak Yosep berhasil masuk kedalam lingkaran cerita pak Hadi. Pak Yosep dianggap seolah-olah sahabat yang siap menerima curhatan dari pak Hadi. Hari demi hari akhirnya rangkaian curhatan-curhatan tersebut mengarah pada cerita sosok wanita yang bernama Silvy yang sedang dekat dengannya. Silvy adalah wanita yang masih belia kira-kira umurnya masih 21 tahun, ia bekerja disebuah perusahaan yang bergerak dibidang investiasi.

Dengan bantuan tim, pak Yosep langsung ditugaskan kembali oleh kordinator lapangan untuk mencari jadwal pertemuan mereka berdua. Al hasil inilah video nya langsung yang mungkin dapat anda tonton langsung........





Ambil segi Positifnya..  dan buang jauh-jauh segi negatifnya...

Semoga artikel ini dapat menjadi manfaat buat anda semua...

Regard,
Joevana
BAI MANAGEMENT
www.detektifswasta.org

* Ket: Hasil video diatas adalah real dan kesemuanya telah mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang terkait 

TEROR DARI LANGIT.. HATI-HATI....!!!!

Kita pasti pernah mendengar, menonton langsung, melihat di televisi, atau membaca di koran, tentang ‘tembakan ke udara’. Tembakan ke udara dilakukan pada berbagai event :  merayakan kemenangan perang, memeriahkan tahun baru, upacara militer, peringatan bagi penjahat yang kabur, juga tanda start untuk lomba lari. Tembakan ke atas tentu saja tidak ditujukan untuk melukai orang, tetapi benarkah tembakan seperti itu aman? Apakah setelah ditembakkan, peluru itu akan terus melesat tanpa henti, menembus alam semesta, tiba dan bersemayam di nirwana, dan tak pernah jatuh kembali ke bumi?

Tentu saja tidak. Peluru itu akan jatuh kembali ke bumi. Dan jika mengenai kepala kita, maka kita akan langsung naik ke syurga (atau kecebur ke neraka). 

 Current production Desert Eagle Mark XIX, caliber .50AE

Peluru yang ditembakkan dari senapan militer akan melesat ke udara dalam kecepatan 3.000 km/jam. Kecepatan ini akan berkurang karena resistensi udara dan gaya gravitasi bumi. Dibutuhkan waktu sekitar 20 detik untuk mencapai ketinggian sekitar 3 km, kemudian peluru akan turun kembali ke permukaan bumi. Kecepatan peluru pada saat turun adalah sekitar 330-770 km/jam, tergantung pada berat dan bentuk peluru. Waktu yang dibutuhkan peluru untuk turun adalah sekitar 30 detik. Pada saat ditembakkan peluru melesat dengan kecepatan tinggi karena dorongan tenaga dari senapan, sedangkan pada saat turun peluru lebih lambat karena hanya di’sedot’ oleh gaya gravitasi bumi yang kekuatannya jauh lebih rendah daripada ledakan senapan.
 
The question is : Apakah peluru yang jatuh ke bumi dengan kecepatan 330-770 km/jam ini cukup berbahaya? Oh ya! Sure. Of course. Sudah pasti. Peluru dengan kecepatan 110 km/jam akan menembus kulit, sedangkan pada kecepatan 220 km/jam akan menghancurkan tulang. Jadi silahkan memanjatkan doa terakhir jika anda berada di lokasi penembakan bebas ke udara, sebab barangkali sebentar lagi anda akan menghadap Tuhan …


Di Kuwait, seusai Perang Teluk tahun 1991, orang-orang merayakannya dengan menembakkan senjata ke udara, dan 20 orang Kuwait tewas akibat peluru-peluru yang jatuh itu. Di Los Angeles antara tahun 1985 hingga 1992, para dokter di King/Drew Medical Center merawat 118 orang akibat luka kejatuhan peluru, 38 orang di antaranya meninggal. Kebanyakan orang yang dapat bertahan hidup menderita cacat jangka panjang yang parah, seperti rasa sakit kronis, serangan kejang, paraplegia (kelumpuhan kedua tungkai), dan kuadriplegia (kelumpuhan kedua tangan dan kedua kaki).

 
Bedil-bedil yang ditemukan tentara Marinir Amerika di Fallujah, Irak, tahun 2004

Di Slidell, Louisiana, AS, menembakkan senjata api ke udara dianggap pelanggaran hukum, yang bisa dikenai sanksi penjara enam bulan dan denda 500 dolar. Di New Orleans, Louisiana, masalah peluru yang jatuh begitu parah sehingga diadakan kampanye “Peluru yang Jatuh Akan Membunuh” pada saat Natal dan Tahun Baru.

Kejadiannya akan berbeda jika peluru ditembakkan ke atas dalam ruangan hampa udara, seperti di permukaan Bulan, karena di Bulan tidak ada resistensi udara. Maka, jika peluru meninggalkan laras senapan dengan kecepatan 3.000 km/jam, peluru itu akan jatuh membentur permukaan Bulan pada kecepatan yang sama. Peluru juga akan naik jauh lebih tinggi, sekitar 35 km, dan membutuhkan waktu 168 detik untuk naik dan turun kembali.

 Pistol Smith & Wesson Model CS45

Bagi polisi yang sedang mengejar penjahat, gimana ya caranya memberikan peringatan kalau tidak dengan menembakkan pistol ke udara? Apa pakai kentongan? Hwaduuh …. repot dong

Mari kita sama-sama berdoa, semoga kita tidak berada di waktu dan tempat yang ‘salah’ sehingga tertembus peluru jatuh.   Amien............................


JOEVANA

SIAPAKAH PENGEMBANG TEKNIK SIDIK JARI?

“Siapakah Pengembang Sidik Jari?” 

Mari kita lihat pembahasan nya.




Sidik jari merupakan bukti penting dalam suatu penelitian kasus. Siapakah yang pertama kali mengembangkan teknik sidik jari ?


Di inggris tahun 1860 ,sidik jari pertama kali dikembangkan untuk pembuatan identitas rakyat inggris. Akan tetapi, penggunaan sidik jari untuk untuk menangkap pelaku kejahatan pertama kali dilakukan di Argentina. Penggunaan sidik jari yang dilakukan seperti sekarang ini  adalah berkat ilmuwan asal inggris  yang bernama Henry Faulds. Melalui penelitiannya dia mengungkapkan fakta bahwa setiap manusia memiliki sidik jari yang berbeda dan tidak akan berubah .

Dia dan beberapa orang sukarelawan melakukan percobaan penghilangan sidik jari . akan tetapi ternyata sidik jari mereka pun kembali seperti semula dan tidak mengalami perubahan . Semua bagiannya lengkap seperti semula tanpa ada yang kurang.

Dari hasil penelitiannya dia memperoleh data 1.024 jenis sidik jari dan penemuannya itu kini sangat berguna dan banyak digunakan.


CARA MENGAMBIL SIDIK JARI

Halo semuanya...

Kita akan membahas bagaimana cara mengambil sempel sidik jari yang tertempel pada suatu benda. Ada yang tahu bagimana caranya? Mari kita lihat.!

Nah untuk mengambil sidik jari dari suatu benda dapat dilakukan dengan berbagai cara:

Untuk mengambil sempel sidik jari pada benda yang licin dapat dilakukan dengan

  a. Menaburinya dengan bubuk aluminium atau bubuk karbon


  b. Dengan menetesi letak tertempelnya sidik jari dengan cairan asam nitrat, hal ini dilakukan karena dapat membuat asam amino yang terdapat pada sidik jari terlihat jelas lalu ditempelkan ke tape perekat agar sempel  lengket ke tape dan kini sempel telah berpindah ke tape.




nah selain itu , untuk mengambil sidik jari yang terdapat di suatu benda dan tak terlihat tak terlalu jelas dapat menggunakan penyinaran cahaya khusus.


PENCARIAN BUKTI PADA SEBUAH KASUS

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang “PENCARIAN BUKTI PADA SEBUAH KASUS”.

Dalam pencarian Barang Bukti pada sebuah kasus biasanya para tim penyidik menyesuaikan dengan kondisi area tempat terjadinya tindak kriminal, tapi kali ini akan dibahas tentang cara-cara yang biasa digunakan saja.



1.  AMBIL FOTO TEMPAT KEJADIAN DAN BARANG BUKTI SECARA DETAIL

Cara ini biasanya digunakan jika waktu penyelidikan di TKP yang tidak memungkinkan , jadi dengan cara ini kita dapat mencari fakta dengan melihat detail keseluruhan dari foto tersebut. Untuk pengambilan foto biasanya tim penyidik menggunakan kamera film karena hasilnya yang lebih dapat dipercaya. Dalam pengambilan foto “ BARANG BUKTI” biasanya mereka meletakan alat ukur seperti penggaris di dekat benda yang akan difoto agar dapat mengetahui ukuran benda secara pasti. 



2.  MENCARI BARANG BUKTI 

Cara ini yang paling sering dan utama digunakan karena dengan “BARANG BUKTI” kita dapat mudah menemukan fakta bahkan berkemungkinan menarik kesimpulan dari sebuah kasus. “BARANG BUKTI”  itu terdiri dari 2 jenis

a). BARANG BUKTI LANGSUNG : contoh nya seperti sarung tangan atau benda tajam yang digunakan si pelaku yang tertinggal di TKP.

b).BARANG BUKTI TIDAK LANGSUNG : contoh nya seperti pernyataan saksi yang menyaksikan  tindakan kriminal ketika terjadi. 


 3.  MENCARI SIDIK JARI

Hal ini biasanya dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam sebuah kasus. Kita mengetahui bahwa di Dunia ini tak ada orang yang mempunyai sidik jari yang sama walau kembar identik sekalipun, Jadi dengan teori ini memungkinkan kita dapat menemukan si pelaku secara spesifik. Dalam pencarian sidik jari ini terlebih dahulu kita harus mencari barang bukti yang diperkirakan terlibat atau digunakan dalam kasus kriminal tersebut. Cara proses pencarian sidik jari KLIK Disini



4.  MENCARI JEJAK PELAKU 

Yang dimaksud jejak disini adalah jejak bekas yang ditinggalkan dalam sebuah kasus. Biasanya metode ini dihunakan jika area TKP adalah berupa tanah yang sedikit lembut atau bekas jejak kaki (sepatu) di lantai. Untuk mencari jejak sepatu biasanya kita harus mengetahui bentuk atau pola dari bawah sebuah sepatu. Dengan metode ini pula kita dapat mengetahui ciri orang seperti : berat tubuh, cara berjalan, dan arah si pelaku pergi.



#sumber : BUKU SCIENCE "DETEKTIF MENCARI BARANG BUKTI" penulis : Kim Wonseop 

Elang Hitam, dan 'Detektif Swasta'

Mallarangeng, Elang Hitam, dan 'Detektif Swasta'

Rizal Mallarangeng (kiri) ketika bekerja di ruangan kantornya Freedom Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013). Kini Rizal bersama timnya yang diberi nama Elang Hitam sedang mencoba menelusuri kasus Hambalang yang diduga melibatkan kakaknya, Andi Mallarangeng.

Tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), 7 Desember 2012 silam. Sejak itu, Andi seolah hilang dari sorotan publik. Namun, yang kerap muncul mewakili Andi adalah adiknya, Rizal Mallarangeng. Setiap pekan, Rizal memberikan keterangan pers. Ia menjadi orang terdepan yang membela sang kakak.

Direktur Eksekutif Freedom Institute itu tidak bekerja sendiri. Dia disokong oleh tim "Elang Hitam" yang kerap dibanggakannya setiap kali memaparkan penjelasan kasus Hambalang. Siapakah tim Elang Hitam itu?

 
Nama Elang Hitam ternyata tidak lepas dari sosok komandan tim ini. Elang Hitam rupanya adalah nama panggilan atau kode bagi Rizal Mallarangeng selama mengikuti roadshow Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie ke berbagai daerah. Rizal merupakan Ketua DPP Partai Golkar.

"Selain itu, nama Elang Hitam memang memiliki makna filosofis. Elang itu kan pemakan tikus dan ular, sama seperti KPK dalam memberantas korupsi kan," ungkap Rizal, saat dijumpai Kompas.com, pekan lalu.

Dalam berbagai kesempatan, Rizal selalu menyebutkan bahwa tim Elang Hitam bemarkas di Casablanca HQ. Rupanya, itu bukan nama daerah di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. Kantor tim Elang Hitam adalah di Freedom Institute. Orang-orang yang ada di dalamnya pun merupakan para pegawai lembaga yang banyak bergerak di bidang pendidikan itu. Ia menjelaskan bahwa Casablanca HQ hanyalah sebutannya.


"Dinamakan Casablanca Headquarter (HQ) ini karena terinspirasi dari film Casablanca," ujar Rizal.


Film klasik tahun 1946 itu dibintangi Humphrey Bogart dan berlatar Perang Dunia II. Casablanca adalah sebuah kafe di Maroko yang dijadikan tempat transit para pelarian korban perang. Menurut Rizal, Casablanca mirip dengan peristiwa pasca-ditetapkannya Andi sebagai tersangka.


"Setelah kakak saya jadi tersangka, banyak orang Kemenpora berdatangan ke sini dengan kecemasan dan kekhawatiran akan masa depan mereka. Mereka membawakan dokumen-dokumen proyek Hambalang dan tender proyek ini yang menjadi persoalan," ujar Rizal.


Dari situlah, Rizal membentuk tim Elang Hitam. Praktis semua pegawai Freedom Institute yang berjumlah 30 orang dilibatkan dalam penelusuran ini. Namun, hanya lima orang yang fokus mengurusi Hambalang.


"Lima orang itu latar belakangnya kebanyakan mantan jurnalis. Tiga orang mantan jurnalis, satu orang pernah bekerja di media buying agency, dan seorang lagi admin," ucap Ria Yusnita, salah seorang anggota tim Elang Hitam.

Ria merupakan mantan produser eksekutif program berita di sebuah televisi swasta. Ia mengakhiri kariernya di dunia media pada tahun 2004, lalu bergabung dengan Fox Indonesia besutan Choel Mallarangeng hingga akhirnya ke Freedom Institute.

Bak Detektif

Rizal menyebut tim Elang Hitam sebagai detektif swasta. Menurutnya, sebutan sebagai detektif swasta layak diberikan karena tim Elang Hitam bertugas mengumpulkan informasi, observasi, investigasi, hingga wawancara.

"Ini memadukan kerja penyidik KPK dengan gaya wartawan. Yah, bisa dibilang sebagai detektif swasta walaupun sebutan itu hanya gimmick," ujar pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, itu.

Tim ini bekerja berdasarkan data awal dari para pegawai Kemenpora ditambah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Sisanya kita dapat dari wawancara orang-orang dan yang paling penting sih Google. Ini sudah seperti 'detektif Google', ha-ha-ha," ujar Ria berseloroh.


Pada mulanya, Ria mengaku kesulitan merangkai setiap bagian dalam kasus Hambalang. Saat pertama kali terbentuk, tim Elang Hitam bahkan melakukan rapat hingga pukul 04.00 WIB. Namun, gerak tim Elang Hitam, menurutnya, ternyata mengundang sejumlah pihak untuk memberikan data dan informasi terkait proyek Hambalang. Ada juga tim yang disebut sebagai tim ahli. Tim ini berperan menjelaskan mekanisme dan aturan dalam melakukan tender atau lelang.


Selain itu, informan yang dimiliki tim Elang Hitam juga berasal dari BUMN bidang konstruksi yang mengerti seluk-beluk permainan dalam proyek konstruksi. Dari situ pula, Rizal mengetahui rekam jejak dan keterkaitan para pimpinan perusahaan konstruksi dengan sejumlah politisi Demokrat dan pihak kementerian.


"Kasus Hambalang ini multidimensi mulai dari persoalan aturan, tender, proyek, sangat rumit untuk dimengerti. Makanya, kami mendapat bantuan dari tim advance atau tim ahli itu untuk masukan atau info-info kecil tapi bermakna. Informasi ini tidak kami terima begitu saja, tapi kami diskusikan dan kroscek kebenarannya," ucap Rizal.


Untuk mengetahui proyek Hambalang, tim Elang Hitam pun turun langsung melihat proyek yang kini dihentikan pembangunannya itu. Ria mengatakan, ketika itu ada tiga orang rekannya yang meninjau ke lapangan untuk melihat alat-alat yang diduga digelembungkan dananya hingga ratusan bahkan ribuan kali lipat.


Setelah kasus ini mencuat, proyek Hambalang, Bogor, pun dijaga ketat petugas keamanan. Ria mengaku sempat waswas timnya tidak bisa masuk. Namun, tim Elang Hitam berhasil menembus pengamanan itu dan berhasil mengabadikan gambar sejumlah alat mechanical electric yang diduga pembeliannya dengan menggelembungkan dana. Setidaknya, tim Elang Hitam menemukan ada 38 items pengerjaan mechanical electric yang digelembungkan. Dari sinilah, tim Elang Hitam menyimpulkan locus perkara korupsi proyek Hambalang berada.


Satu per satu rangkaian peristiwa yang terpisah dalam proyek Hambalang ini pun hampir utuh. "Hampir utuh puzzle yang kami dapat. Ini hampir final, kira-kira untuk sejauh ini hanya butuh satu bulanlah," ujar Rizal.


Dalam konstruksi konsep proyek Hambalang yang dibuat tim Elang Hitam, tim ini banyak menyoroti peran tokoh-tokoh sentral yang kerap disebut terkait proyek Hambalang. Ia sempat menyebut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Kami berharap agar temuan-temuan kami ini bisa mempertajam arah penyidikan KPK," ucap Rizal.


Lebih dari satu bulan tim Elang Hitam bekerja. Rizal mengaku akan terus mencari kebenaran lantaran ia yakin sang kakak tidak bersalah. "Saya akan terus seperti ini sampai kakak saya dinyatakan bebas. Saya tahu dia, tidak mungkin orang baik bisa tiba-tiba korupsi, tidak ada pola korupsi dalam diri kakak saya," ujar pria lulusan Ohio State University itu.


KPK sudah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka. KPK berdalih, Andi tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka karena persoalan tanda tangan pengajuan kontrak multiyears proyek Hambalang, tetapi Andi ditengarai menerima aliran dana proyek senilai Rp 2,5 triliun. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Andi hingga kini belum ditahan.



Sumber : http://nasional.kompas.com

Layanan BodyGuard



Selama pelarian Nunun Nurbaetie, tersangka suap cek pelawat, dikawal bodyguard eks-marinir AS, sementara Moammar Khadafy, pemimpin Libya yang tewas tertembak pemberontak, dikabarkan memiliki jimat berupa pengawal perempuan perawan. Dengan mengesampingkan hal-hal klenik, bila selalu dikawal rasa aman memang makin jadi kebutuhan. Jasa pengawalan pun menjadi peluang bisnis menggiurkan.

Mendengar kata bodyguard, mungkin Anda akan teringat pada film berjudul "BodyGuard"  yang diperankan Whitney Houston dan Kevin Costner pada era tahun 1992. Dalam kehidupan nyata, banyak juga pemakai jasa bodyguard sebagai pengawal keamanan.

Psikolog sosial Hamdi Moeloek menilai fenomena ini terjadi lantaran masyarakat merasa bahwa jaminan keamanan yang didapatkan dari negara semakin tipis. Para penyewa menggunakan jasa bodyguard/pengawal untuk penjagaan keamanan, bahkan ada juga yang untuk prestise. Bisnis jasa bodyguard ini muncul di Jakarta, Surabaya, dan juga kota-kota lain.
BAI Management, misalnya, menyediakan jasa pengamanan atau proteksi yang meliputi layanan jasa bodyguard dalam bentuk personal. Jasa untuk pengamanan personal umumnya dipakai selebriti dalam melindingi privasinya agar tidak terganggu oleh pengagumnya, kaum eksekutif, para pejabat, serta tidak luput masyarakat umum guna melindungi dirinya maupun keluarganya dari pihak-pihak yang mungkin menjadi ancaman.

BAI Management telah berdiri sejak tahun 2001 dari inisiatif Bpk.Joevana atau sering disebut dengan Pak Joe yang akhirnya menjadi owner dalam management tersebut serta didukung langsung oleh beberapa pihak baik dari bidang keamanan, hukum, maupun beberapa pimpinan LSM. BAI Management pertama kali berdiri hanya memiliki 1 divisi yaitu Private Investigation atau kata lainnya adalah detektif swasta. Dengan berkembangnya kebutuhan klient yang beraneka ragam serta didukung dari kondisi tingkat kejahatan yang kian meningkat maka tercetuslah ide untuk menambahkan divisi baru yaitu BodyGuard hingga sekarang.

Layanan jasa keamanan tersebut bukan sekadar bisnis yang mementingkan keuntungan belaka. Ia harus bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan klien. "Menjadi seorang bodyguard tidak hanya memiliki bentuk tubuh yang bagus, tetapi juga harus memiliki keahlian bela diri," kata Bpk Joevana yang hingga kini telah menyediakan 300 personel keamanan yang tersebar dibeberapa kota besar.

Lainnya seperti G-Shock, penyedia jasa keamanan di Cirebon, juga menekankan standar kuat untuk menjadi anggota. "Paling tidak anggota harus memiliki tinggi dan berat yang ideal," jelas M Aslialimin, salah satu anggota G Shock yang akrab dipanggil dengan sebutan Arie ini.

Pengguna jasa G Shock, antara lain, artis-artis nasional yang mengadakan konser atau jumpa pers di Cirebon. "Ada juga beberapa artis yang menggunakan jasa kami, tetapi untuk kepentingan privasi. Saya tidak bisa mengatakannya," jelas pak Joe.

Permintaan jumlah bodyguard tergantung dari klien yang akan menggunakan jasanya. Untuk pengamanan satu orang standartnya diperlukan tiga orang bodyguard. Biaya penggunaan jasa keamanan bodyguard ini tergantung jumlah personel dan lama waktu pengamanan tersebut.

Pak Joe mengutip biaya Rp 40 juta untuk mengerahkan tiga orang secara penuh 24 jam per hari dalam waktu sebulan. Adapun untuk konser musik ongkosnya Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per orang. Berbeda dari BAI, G Shock menawarkan jasanya per jam. "Untuk lima jam, kita bisa menerima antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta," kata Arie.

Permintaan jasa bodyguard ini memang tidak tetap setiap bulannya. Lihat saja G Shock yang baru menangani 20 permintaan pengawalan sejak berdiri 2011 lalu. Adapun pak Joe setiap bulan bisa mencetak pendapatan rata-rata Rp 50 juta dari bisnis jasa keamanan ini.


Dunia Hiburan Butuh


Beberapa tahun terakhir, Indonesia rutin menyelenggarakan perhelatan musik, seperti Java Jazz, Jak Jazz, dan Java Rockin Land. Penyanyi atau grup band asing sering menjadikan negara ini bagian rangkaian tur. Tren ini ikut menyuburkan bisnis jasa pengamanan atau pengawalan (bodyguard) artis atau tamu superpenting (VVIP).




Faktor keamanan merupakan hal paling mendasar dalam dunia pertunjukan. Marcia Rahardjo, Presiden Direktur Indika Production, mengaku, “Apa pun bisa terjadi dalam sebuah pertunjukan.” Adrie Subono, Chief Executive Officer (CEO) Java Musikindo, menambahkan, semakin besar jumlah tiket yang terjual, jasa pengamanan semakin dibutuhkan.
Tidak banyak pemain di bisnis khusus ini. Erby Dwitoro, Business Development Manager P1 Force Security, mengaku sudah mengawal tak kurang dari 556 artis dan orang penting sejak berkecimpung di bisnis pada tahun 1990. “Pertama kali, kami mengawal Richard Marx,” ujarnya.
Denny, pemilik PT Garuda Satria, yang berdiri sejak 2005, menyebutkan, tiap bulan paling sedikit mengawal dua sampai tiga artis lokal dan internasional. Untuk mengawal satu artis, ia biasanya mengerahkan 10 personel. “Tiap personel dibekali dengan skill bela diri dan senjata api,” ungkapnya.
Baik Erby maupun Denny menyatakan, sebagian besar permintaan jasa datang dari event organizer (EO) ataupun promotor musik. Tapi, sering, pemain bisnis ini langsung mendapat pesanan dari artis. “Malas kalau harus berurusan dengan EO yang ternyata bermasalah dari segi pendanaan,” ujar Adi Mahfudz, Presiden Direktur PT Esa Garda Pratama.
Erby menuturkan, jasa yang diberikan meliputi pengamanan secara personal ke artis, mulai dari kamar hotel hingga di atas panggung. “Pengamanan lebih difokuskan untuk menghindari benturan atau kontak fisik antara fans dan artis,” terangnya.
Layanan ke artis luar biasanya mulai dari bandara, kegiatan di hotel, perjalanan ke venue, dan pengantaran kembali ke bandara. “Artis luar selalu mengkhawatirkan faktor keamanan di Indonesia,” terang Erby.Adi menerapkan sistem keamanan tertutup dan terbuka. “Tergantung dari permintaan,” terangnya. Sistem keamanan tertutup hanya mengamati si artis dari jarak jauh, sementara pengawasan dengan sistem terbuka dilakukan dari jarak dekat. “Setiap personel dilengkapi dengan skill bela diri, komunikasi, dan senjata api jika perlu,” ungkapnya.
Tarif sesuai dengan risiko Meski tanggung jawabnya gede, sikap ke klien harus tetap menyejukkan. “Personel pengamanan juga harus bisa menjadi teman dan kooperatif dengan si artis,” papar Erby. Tapi, “Tetap harus menjaga privacy si artis,” tambah Adi.
Tarif jasa layanan ini berbeda-beda. Erby menuturkan, fee tergantung dari tingkat kesulitan pengamanan, salah satunya diukur oleh popularitas artis. “Biasanya kami mematok tarif Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per 24 jam,” ungkap Erby. Jika event itu tur, ia biasa memasang harga paket dengan tarif tertinggi mencapai Rp 200 juta.
Denny menambahkan, makin besar risiko, makin mahal fee-nya. Tarifnya berkisar mulai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. “Paling murah untuk event sekelas kafe,” terang pria yang sering mengawal Ahmad Dhani ini.Adi menjelaskan, khusus sistem kontrak, besar fee minimal Rp 20 juta. “Kami hanya mau mengawal artis yang reputasinya bagus,” catatnya.


Keperluan Bisnis

Layanan jasa ini banyak juga dipakai bagi para klien yang ingin menjalin bisnis dengan mitra barunya yang ingin menonjolkan jatidirinya. Dalam hal ini tugas dari pengelola management boduguard adalah menyiapkan mobil mewah dan dengan didampingi oleh para bodyguard yang selalu siap melayani klien kemanapun berapa hingga proses pertemuan dengan mitra barunya tersebut selesai.
Cukup banyak pemain di bisnis ini, tapi hanya sedikit yang bertahan. Sebab, layanan ini harus pintar melihat kebutuhan klien, tak cukup hanya bermodal badan tegap. Sebagai pemakai, Marcia menuntut jasa pengamanan mampu bertindak cepat dan tepat dalam keadaan apa pun.Tak mudah mewujudkan syarat itu. “Ini bisnis kepercayaan. Sekali pemakai jasa kami kecewa, selamanya kami tidak akan dipakai lagi,” ucap Denny.


Sumber : 
http://sosok.kompasiana.com/2013/05/18/body-guard-di-indonesia-561096.html 

Kisah Penari Istana Mencari Keadilan

JAKARTA - "Saya tidak pernah menyangka, panggilan menari itu mendatangkan petaka" ujar Nani sambil tersenyum. Ada luka dibalik senyum yang dikembangkan, ia berusaha tegar namun tak dapat dipungkiri sesekali terlihat genangan air di pelupuk matanya.

Terlahir dengan nama Nani Soemarni, namun lebih dikenal dengan Nona Nani Nurani, wanita berusia 72 tahun itu merupakan mantan penari istana di era Presiden Soekarno. Nani lahir dalam lingkungan seni, ayahnya yang merupakan tokoh kebudayaan seni khas Cianjur itu mendidiknya dengan keras. Kala itu, Nani yang masih belia hanya sekedar mengenal kebudayaan seni yang digeluti keluarganya secara turun temurun, tanpa berniat mempelajari lebih dalam.


Di tahun 1950-an dimana perempuan Indonesia masih sulit untuk mendapatkan pendidikan, dengan penuh perjuangan dan pertentangan dari pemikiran kolot, Nani berhasil lulus dari SMP.

Tekad Nani untuk terus bersekolah ke jenjang selanjutnya didukung kakak kandungnya, meski sempat ditentang sang ayah yang menganggap 'perempuan hanya pantas di dapur', Nani berangkat ke Jakarta untuk meneruskan pendidikannya. Namun keinginan Nani untuk bersekolah tak semulus yang dipikirkan, kakaknya yang menjanjikan akan menyekolahkannya terhimpit masalah ekonomi.

"Tadinya mau disekolahkan kakak di Jakarta, tapi kakak saya bangkrut, akhirnya di Jakarta saya tidak sekolah, malah ngantri minyak tanah, ngantri beras, tapi niat untuk sekolah tetap ada, beruntung kakak saya yang satunya menikah dan memiliki keuangan yang cukup, lumayan ikut hidup sama dia, jadi tidak perlu ngantri-ngantri minyak lagi. Walaupun saya cuma disuruh kursus-kursus saja, kursus Bahasa Inggris, kursus mengetik, ya gitu lah, bukan sekolah," kenang wanita asal Cianjur itu saat berbincang dengan Okezone di kediamannya, di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (21/4/2013) malam.

Tahun 1960, sang ayah meminta Nani untuk kembali ke kampung halaman, di sana lah Nani mulai belajar gamelan dan tari budaya sunda untuk mengisi waktu luangnya. Keseriusan serta darah seni yang mengalir didalam tubuhnya membuat Nani cepat mahir menguasai tari tersebut. Tak heran dalam waktu singkat, kepandaiannya menari melebihi para senior-seniornya dan membuatnya ditunjuk sebagai pegawai negeri bidang kebudayaan oleh Bupati Cianjur.

3 Februari 1962, Permintaan sang Bupati untuk mengisi acara peresmian acara kebudayaan pun disanggupi Nani, dan untuk pertama kalinya Nani bernyanyi dan menari di depan umum.

"Saat itu lagu pertama saya Nelengnengkung, lagu tentang menimang bayi. Dari situ ayah saya berpesan, setiap langkah harus punya tanggung jawab, sekali sudah terjun kesalah satu bidang, harus digeluti secara mendalam, jangan jadi manusia tanggung," ungkap Nani mengenang pesan ayahnya.

Debutnya sukses, banyak tawaran menyanyi dan menari datang, berawal dari situ, Nani mulai masuk ke Istana Presiden Cipanas Bogor. Bersama 30 penari lainnya yang kenal dengan nama 'Anak Istana', mereka menjadi penghibur tamu agung presiden.

Undangan Itu Datang.

2 Mei 1965, sebuah undangan menari diterima Nani. Undangan yang merubah semua kehidupannya. Nani diminta mengisi acara dalam perayaan HUT Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Juni mendatang, tentu saja saat itu peristiwa G 30 S PKI belum terjadi. Undangan tersebut disanggupi Nani.

"Waktu itu PKI partai yang wajar-wajar saja, belum ada G 30 S PKI, jadi wajar saja saya menyanggupi acara itu, toh hanya sebatas perayaan HUT yang dihadiri banyak tokoh penting saat itu," ujar Nani sembari menyeruput air rebusan daun saga yang biasa diminumnya untuk menjaga kesehatan tenggorokannya.

Usai mengisi acara tersebut, Nani memutuskan tinggal di Jakarta atas permintaan kakaknya. Nani tinggal besama dengan kakak perempuannya di sebuah rumah di bilangan Menteng Jakarta Pusat.

Saat peristiwa G 30 S PKI, nama Nani mulai dikait-kaitkan. Nani dituduh terlibat dalam peristiwa berdarah itu. Kepergian Nani ke Jakarta usai menari dalam HUT PKI pun dijadikan kambing hitam. 2 Oktober 1965 rumah keluarganya di Cianjur digrebek Corps Polisi Militer (CPM). Namun saat itu CPM tidak berhasil menangkap Nani, karena Nani berada di Jakarta.

"Saat itu pemberitaan miring mengenai 'anak istana' merebak di Cianjur. Semuanya dikait-kaitkan, dibilang saya ke Jakarta untuk lubang buaya lah," ucapnya.

Tiga tahun berselang, 23 Desember 1968 saat dirinya kembali kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Saat tengah terlelap, Nani ditangkap. Dengan menodongkan senjata laras panjang oleh Letnan R yono, Nani dibawa untuk diperiksa.

"Disitu saya minta ayah mendampingi saya, saya seperti buronan kelas kakap yang berhasil ditangkap, disitu ibunda saya memeluk saya, namun beliau berusaha tidak menangis, beliau mencoba tegar," ungkapnya getir.

Hampir satu bulan lamanya, Nani ditahan dan diintrogasi prihal keterkaitannya dengan PKI di CPM Cianjur. Ia memang tidak mendapat siksaan fisik, namun Nani mendapat siksaan mental. Persis disebelah ruang tidurnya, dengan hanya bersekat triplek seadanya ia menyaksikan penyiksaan para tahanan PKI.

29 Januari 1969, Nani dimasukan ke Rutan Wanita Bukit Duri, Jakarta Selatan. Tanpa proses persidangan tanpa pembelaan, diusianya ke 27 tahun, Nani harus menjalani tujuh tahun masa tahanan. Diruangan 2 x 2 meter Nani menghabiskan hari-harinya dengan menyulam dan memperkuat ibadah.

Habis Gelap Terbitlah Terang

19 November 1975, Nani dinyatakan berstatus tahanan rumah, dan diwajibkan lapor di CPM Guntur. Hingga pada 29 Maret 1976, Nani dinyatakan bebas penuh. Namun kebebasan yang dimaksud tidak seindah yang dipikirkan Nani. Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya diberi stigma, yang membuatnya berbeda dengan orang bebas lainnya. Itu pula yang membuat Nani memutuskan tidak menikah.

Padahal, hingga usia senja, kecantikan Nani tak pudar, wajahnya masih terlihat segar tergambar kecantikan yang alami. Kulitnya kencang, tidak seperti nenek-nenek seumurnya yang telah memiliki kulit keriput. Bisa dibayangkan bagaimana kecantikannya saat muda dulu.

"Saya keluar penjara di usia 34 tahun, mau nikah sama siapa, umur sudah telat, dan saya tidak mau kalau nanti ada berantem sama suami, dikait-kaitkan bekas tahanan PKI, itu terlalu menyakitkan," papar wanita yang hingga kini masih aktif dalam bidang seni budaya khas Jawa barat itu.

1997 tanda Ex Tapol hilang dari KTPnya, untuk pertama kalinya Nani pergi keluar negeri dan baru menikmati kebebasan. Ketika era reformasi, Nani mulai bergerak menuntut hak-haknya yang selama ini telah direbut paksa oleh bangsanya sendiri.

Dibantu dengan Komnas HAM dan LBH, Nani mulai bergerak, tuntutan KTP seumur hidupnya untuk usianya yang telah senja sulit sekali ia dapatkan, harus memakan waktu yang tidak sebentar yakni lima tahun. Namun keadilan berpihak padananya, dalam sidang di PTUN, Nani dinyatakan menang dan berhak memperoleh KTP seumur hidupnya itu.

"Saya sudah tidak dapat menangis lagi, walaupun saya sangat bahagia dan terharu," katanya sembari tersenyum memamerkan deretan gigi yang putih dan terawat itu.

Nani tidak puas sampai disitu, gugatan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ia layangkan, Nani mengugat SBY sebesar Rp7,46 miliar. Angka yang setara dengan kerugian materil dimana kebebasan dan haknya diambil di masa kelam dulu. Nani juga menuntut Presiden untuk meminta maaf dan membersihkan namanya atas nama bangsa Indonesia. Namun, gugatan kepada orang nomor satu di Indonesia itu tidaklah mudah. Setelah menjalani rangkaian sidang, gugatan Nani ditolak.

Hingga kini, Nani masih terus mencari keadilan, upaya kasasi pun ia coba tempuh untuk membersihkan nama baiknya. Nani masih mencari seberkas cahaya dari kelamnya perjalanan hidup yang telah dilaluinya.

"Saya tidak akan berhenti sampai saya mendapat keadilan, saya mau mati dengan nama baik saya," tegasnya.

"Hidup adalah perjuangan dan pengabdian, tanpa batas harta, tahta dan usia," kata Nani mengakhiri pembicaraan.


Sumber : http://news.okezone.com
 
Support : Copyright © 2020. - - All Rights Reserved